Recent Comments
Categories
July 2017
M T W T F S S
« Apr    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pengantar Klasifikasi

Klasifikasi adalah penyusunan bersistem dalam kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang ditetapkan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008:706)

Tujuan Klasifikasi Perpustakaan :

1.Menghasilkan urutan yang bermanfaat

2.Penempatan yang tepat

3.Penyusunan mekanis

4.Tambah dokumen baru

5.Penarikan dokumen dari rak

(Sulistyo-Basuki, 1991:397-398)

Fungsi Klasifikasi Perpustakaan :

1.Kunci pelayanan

2.Sebagai penunjuk lokasi bahan pustaka

3.Memaksimalkan penggunaan bahan pustaka

4.Menghemat waktu penelusuran bagi pmustaka dan pustakawan

5.Memudahkan menemukan bahan pustaka yg mempunyai subjek yg sama/ berhubungan

(Darwing sembiring  2014:6)

Jenis Klasifikasi :

  • Klasifikasi artifisial : klasifikasi bahan pustaka berdasarkan sifat-sifat yang secara kebetulan ada pada bahan pustaka tersebut
  • Klasifikasi utiliti : pengelompokan bahan pustaka di bedakan berdasarkan kegunaan dan jenisnya
  • Klasifikasi fundamental : klasifikasi bahan pustaka berdasarkan isi atau subjek buku

Kualitas Informasi

  1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai ke penerima informasi kemungkinan banyak terjadi (noise) yang dapat merubah atau merusak informasi tersebut.
  2. Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Dewasa ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengalah dan mengirimkannya.
  3. Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakaiannya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai sebab musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan.

Ciri-ciri Informasi

  • Benar atau salah. Dalam hal ini, informasi berhubungan dengan kebenaran terhadap kenyataan. Jika penerima informasi yang salah mempercayainya, efeknya seperti kalau informasi itu benar.
  • Baru. Informasi benar-benar baru bagi si penerima.
  • Tambahan. Informasi dapat memperbarui atau memberikan perubahan terhadap informasi yang telah ada.
  • Korektif. Informasi dapat digunakan untuk melakukan koreksi terhadap informasi sebelumnya yang salah atau kurang benar.
  • Penegas. Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada sehingga keyakinan terhadap informasi semakin meningkat.

                                                                                                (Kadir)

Fungsi Informasi

Fungsi informasi bisa berkembang sesuai dengan bidang garapanyang disentuhnya. Namun, setidaknya yang utama adalah sebagai data dan fakta yang sanggup membuktikan adanya suatu kebenaran sebagai penjelas hal-hal yang sebelumnya masih meragukan, sebagai prediksi yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang.

Dalam  sutanta disebutkan beberapa fungsi informasi yaitu antara lain :
1. Menambah pengetahuan

Dengan adanya informasi akan menambah pengetahuan bagi penerimanya sehinggga dapat menggunakannya untuk bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan.

2. Mengurangi Ketidakpastian

Dengan informasi akan dapat diperkirakan apa yang akan terjadi sehingga mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan.

3. Mengurangi resiko kegagalan

Dengan adanya informasi perkiraan tentang aapa yang akan terjadi akan membantu dalam langkah-langkah antisipasi sehingga resiko kegagalan akan dapat dikurangi dengan pengambilan keputusan lebih terarah.

4. Mengurangi keanekaragaman / variasi yang tida diperlukan degan adanya informasi akan menyebabkan keanekaragaman pendapat akan berkurang sehingga proses pengambilan keputusan lebih terarah.

5. Memberi standar, aturan-aturan, ukuran-ukuran , dan keputusan-keputusan yang menentukan pencapaian sasaran dan tujuan. Dengan adanya informasi yang diperlukan akan memberikan standar, aturan, ukuran, dan keputusan yang terarah untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan secara lebih baik berdasar informasi yang diperoleh.

Peran Perpustakaan dalam Literasi Informasi

Literasi Informasi adalah kemampuan untuk tahu kapan ada kebutuhan untuk informasi, untuk dapat mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, dan secara efektif menggunakan informasi tersebut untuk isu/masalah yang dihadapi.

Peran Perpustakaan dalam Literasi Informasi :

  • Perpustakaan diharapkan lebih “berani” melakukan terobosan untuk membantu masyarakat meingkatkan literasinya
  • Library skills perpustakaan merupakan salah satu unit utama dalam kegiatan akademis di perguruan tinggi. Keberadaan perpustakaan dalam proses pembelajaran dan penelitian mutlak diperlukan karena perpustakaan memiliki dan menyimpan sumber informasi yang lengkap dan selalu terbaru. Karena itu penting sekali bagi pengguna memiliki wawasan tentang fungsi perpustakaan dan apa saja yang dapat dilakukan dan diakses perpustakaan.

Malley membagi user education kedalam dua hal, yaitu :

  1. Library Orientation/Orientasi Perpustakaan. Orientasi perpustakaan bertujuan mengenalkan perpustakaan bagaimana menggunakan jam buka, letak, koleksi tertentu dan cara meinjam koleksi perpustakaan. Tujuan mengetahui fasilitas, mengetahui kewajiban yang harus dipenuhi, mengetahui tata letak gedung, ruang koleksi dan layanan yang tersedia, mengerti cara menggunakan katalog, komputer.
  2. Library Intruction. Library Intruction menurut Ratnaningsih berperan sebagai berikut :
  • Mampu memanfaatkan perpustakaan secara efektif dan efisien
  • Mempunyai rasa percaya diri dalam menemukan informasi yang mereka butuhkan
  • Mampu menelusur informasi melalui sarana-sarana informasi yang ada
  • Memahami penelusuran bibliografi baik secara manual maupun dengan media teknologi

 

 

 

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Pengertian Teknologi :

  • Adalah proses yang dilaksanakan dalam upaya mewujudkan sesuatu secara rasional (Vaza, 2007)
  • Ilmu pengetahuan yang ditransformasikan ke dalam produk, jasa dan struktur organisasi

Ragam dasar teknologi menurut Ludislav Tondl :

  • Alat : suatu benda yang bergerak semata-mata berdasarkan tenaga dari otot manusia
  • Mesin : sesuatu sistem peralatan yang tidak menggunakan tenaga manusia
  • Automaton : perlengkapan teknologi yang paling tinggi ragamnya dan paling canggih

Hakikat Teknologi Informasi:

  • Teknologi informasi dikaitkan sebagai teknologi pengadaan, pengolahan, penyimpanan, dan penyebaran berbagai jenis informasi yang memanfaatkan komputer dan telekomunikasi yang lahir karena adanya dorongan-dorongan kuat untuk menciptakan teknologi baru yang dapat mengatasi kelambatan manusia mengolah informasi (Hariyadi, 1998)
  • Teknologi informasi adalahserangkaian tahapan penanganan informasi yang meliputi penciptaan sumbe-sumber informasi, pemeliharaan saluran informasi, seleksi dan transmisi informasi, penerimaan informasi secara selektif, penyimpanan dan penelusuran informasi dan penggunaan informasi.

Wujud Sistem Komunikasi yang dihasilkan oleh Kemajuan Teknologi

  • Jaringan pengolahan data yang kelak memungkinkan orang berbelanja cukup dengan menekan tombol-tombol komputer di rumah masing-masing.
  • Bank informasi dan sistem penelusuran, yang memungkinkan pemakai menelusur informasi yang diperlukan serta memperoleh copy cetaknya dalam sekejap mata
  • System teleteks yang menyediakan informasi mengenai segala rupa kebutuhan seperti berita cuaca, informasi finansial, katalog segala macam produk dan sebagainya lewat layar televisi di rumah masing-masing
  • System faksimile yang memungkinkan mengirim dokumen secara elektronik
  • Jaringan komputer interaktif yang memungkinkan pihak-pihak berkomunikasi mendiskusikan informasi melalui komputer

 

Aspek Hukum dan HAKI

Haki adalah segala sesuatu yang diciptakan melalui suatu kegiatan intelektual seseorang sehingga menjadi hak milik yang berawal dari kemampuan intelektual yang di ekspresikan dalam bentuk ciptaan hasil kreatifvitas melalui berbagai bidang seperti ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sastra, desain dan sebagainya.

Sejarah HAKI di Indonesia :

  • HAKI di Indonesia merupakan hal baru. Indonesia dapat dikatakan ketinggalan 100 tahun lebih dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang maupun Jerman dan Inggris.
  • Dengan adanya ekonomi global Indonesia mau tidak mau harus terlibat dalam bidang ekonomi global ini yang memberikan peran penting pada HAKI.
  • Tahun 1982 Indonesia baru/betul-betul memikirkan tentang HAKI (UU No.6 Tahun 1982)
  • Selanjutnya Negara Indonesia sebagai anggota masyarakat Internasional secara resmi telah mengesahkan keikutsertaan dan menerima persetujuan pembentukan organisasi perdagangan dunia. ( Agreement Stabilising the World Trade Organization) beserta seluruh lampirannya. (UU No. 7 Tahun 1997)
  • Setelah satu persetujuan pengelolaan WTO yang diikuti Indonesia yang disingkat TRIPs (Persetujuan mengenai aspek-aspek dagang yang terkait dengan hak atas kekayaan intelektual, termasuk perdagangan barang palsu).
  • Persetujuan TRIPs menggunakan prinsip kesesuaian penuh “full complience”  ini berarti negara-negara peserta wajib menyesuaikan peraturan perUU nasional mengenai HAKI secara penuh terhadap perjanjian-perjanjian tentang HAKI.

PERUNDANG – UNDANGAN HAKI :

  1. UU No.29 Tahun 2000 tentang perlindungan varietas tanaman
  2. UUNo.30 Tahun 2000 tentang rahasia dagang
  3. UU No.31 Tahun 2000 tentang disain industri
  4. UU N0.32 Tahun 2000 tentang disain tata letak sirkuit terpadu
  5. UU No.14 Tahun 2001 tentang paten
  6. UU No.15 Tahun 2001 tentang merek
  7. UU No.19 Tahun 2001 tentang hak cipta

Perpustakaan Digital sebagai Wujud Penerapan Teknologi Informasi di Perguruan Tinggi

A. Peran dan Fungsi Perpustakaan di Perguruan Tinggi

Sudah sejak beberapa ribu tahun yang lalu, manusia membangun perpustakaan, karena kegunaannya untuk keperluan studi, penelitian, bacaan umum, dan lain-lainnya. Karena itulah sudah sejak zaman kuno disadari bahwa perpustakaan berfungsi vital dalam usaha pengembangan maupun peningkatan pengetahuan bagi siapapun. Murjopranoto dalam Sumarji (1988) mengatakan dengan jelas bahwa perpustakaan mempunyai berbagai fungsi yang antara lain sebagai berikut:

  1. Untuk mempertinggi kebudayaan.
  2. Untuk menambah pengetahuan.
  3. Untuk dokumentasi.
  4. Untuk penerangan (misalnya peraturan pemerintah, perundang-undangan).
  5. Untuk memungkinkan research (penelitian) bahan-bahan yang berguna, misalnya laporan, statistik, peta) dan lain-lainnya.
  6. Untuk rekreasi (hiburan), dengan menyediakan buku-buku cerita.
  7. Untuk memberi inspirasi.

Kalau perpustakaan umum diibaratkan sebagai universitas rakyat, karena tujuannya untuk menyediakan sumber belajar dan meningkatkan ilmu pengetahuan masyarakat, maka perpustakaan perguruan tinggi benar-benar berada di suatu perguruan tinggi, baik universitas, akademi, sekolah tinggi, ataupun institut. Keberadaan, tugas dan fungsi perpustakaan perguruan tinggi tersebut adalah dalam rangka melaksanakan tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Karena pentingnya perpustakaan pada setiap institusi pendidikan tinggi, semestinya setiap lembaga tersebut memiliki sebuah perpustakaan yang lengkap dan berfungsi dengan baik, serta dimanfaatkan secara maksimal. Perpustakaan perguruan tinggi sering disebut sebagai “jantungnya universitas” karena tanpa perpustakaan maka proses pelaksanaan pembelajaran mungkin kurang optimal. Dilihat dari penyelenggaraannya perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi yang bersangkutan, maka untuk pengembangannya dapat saja menjalin kerja sama dengan pihak lain. Sedangkan pemakaiannya adalah masyarakat perguruan tinggi yang terdiri atas para staf pengajar (dosen), mahasiswa, peneliti, dan mereka yang terlibat di dalam kegiatan akademik (sivitas akademika).

Perpustakaan perguruan tinggi sering disebut dengan “research library” atau perpustakaan penelitian karena memang untuk sarana meneliti, dan meneliti merupakan salah satu kegiatan utama di perguruan tinggi. Sebagai perpustakaan penelitian, maka koleksinya harus disesuaikan dengan seluruh fakultas, jurusan, dan program studi serta mata kuliah yang ada, baik berupa buku-buku, majalah, jurnal-jurnal ilmiah, maupun bahan pustaka yang lain.

B. Teknologi Informasi dan Perguruan Tinggi

Penggunaan teknologi terutama teknologi informasi yaitu teknologi komputer dan komunikasi di perpustakaan bukan sesuatu yang baru lagi. Tetapi pada beberapa perpustakaan terutama di Indonesia kelihatannya masih sangat lambat. Teknologi komputer telah banyak dipergunakan untuk menangani kegiatan rutinitas kerumahtanggaan perpustakaan (library housekeeping) yang mencakup bidang pengadaan, pengatalogan, pengawasan sirkulasi, pengawasan serial, dan penyediaan katalog online untuk umum. Pemanfaatan teknologi ini diakui mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan perpustakaan dan selanjutnya memberikan kemudahan dan efisiensi bagi pengguna perpustakaan. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa kini kita sudah memasuki “era quantum“ era di mana perubahan pengetahuan, cara hidup, kebudayaan, dan peradaban manusia memiliki kecepatan dan akselerasi yang tinggi. Perguruan tinggi sebagai bahagian dari pembaharu harus dapat melakukan akselerasi atas cepatnya perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal tersebut di atas adalah dengan menerapkan IT/ICT (Information Technology, Information and Communication Technology). Sebagai dukungan bagi pengelolaan pendidikan tinggi yang efektif dan efisien.

Perpustakaan sebagai institusi pengelola informasi merupakan salah satu bidang penerapan teknologi informasi yang berkembang dengan pesat. Perkembangan dari penerapan teknologi informasi bisa kita lihat dari perkembangan jenis perpustakaan yang selalu berkaitan dengan teknologi informasi, diawali dari perpustakaan manual, perpustakaan terotomasi, perpustakaan digital atau cyber library. Ukuran perkembangan jenis perpustakaan banyak diukur dari penerapan teknologi informasi yang dipergunakan dan bukan dari skala ukuran lain, seperti besar gedung yang dipergunakan, jumlah koleksi yang tersedia maupun jumlah penggunanya. Kebutuhan akan teknologi informasi sangat berhubungan dengan peran dari perpustakaan sebagai kekuatan dalam pelestarian dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang berkembang seiring dengan menulis, mencetak, mendidik, dan kebutuhan manusia akan informasi. Perpustakaan membagi rata informasi dengan cara mengidentifikasi, mengumpulkan, mengelola, dan menyediakannya untuk umum. Penerapan teknologi informasi di perpustakaan dapat difungsikan dalam berbagai bentuk antara lain:

  1. Penerapan teknologi informasi dipergunakan sebagai sistem informasi manajemen perpustakaan. Bidang pekerjaan yang dapat diintegrasikan dengan sistem informasi perpustakaan adalah pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi, bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistik, dan lain sebagainya. Fungsi ini sering diistilahkan sebagai bentuk otomasi perpustakaan.
  2. Penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Bentuk penerapan teknologi informasi dalam perpustakaan ini sering dikenal dengan perpustakaan digital.

Kedua fungsi penerapan teknologi informasi ini dapat terpisah maupun terintegrasi dalam suatu sistem informasi tergantung dari kemampuan software yang dipergunakan, sumber daya manusia dan infrastruktur peralatan teknologi informasi yang mendukung keduanya.

C. Perpustakaan Digital dan Wujud Teknologi Informasi di Perguruan Tinggi

Di Indonesia, sistem perpustakaan digital banyak diterapkan di perpustakaan perguruan tinggi. Ini dapat dimaklumi karena perguruan tinggi mempunyai banyak konten berharga seperti skripsi, tesis, dan disertasi. Sebenarnya perpustakaan digital bukan merupakan salah satu jenis perpustakaan tersendiri, akan tetapi merupakan pengembangan dalam sistem layanan perpustakaan. Misalnya pada perpustakaan khusus atau perpustakaan perguruan tinggi. Di dalam sistem tersebut tidak nampak secara fisik sumber informasi atau koleksi bahan pustaka, karena informasi tersebut sudah diubah bentuknya menjadi digital. Para pemakai perpustakaan dapat mengaksesnya melalui suatu peralatan tertentu. Oleh karena itu perpustakaan digital ada yang menyebut sebagai suatu perpustakaan maya (virtual library). Cara akses informasi seperti itu sudah banyak dipergunakan karena sangat praktis dan efektif namun belum secara luas dapat dipahami oleh semua orang. Sebab memerlukan teknologi tinggi dan relatif mahal, sehingga belum semua perpustakaan mampu menyediakan fasilitas tersebut.

Akan tetapi ada semacam salah kaprah dalam mengimplementasikan perpustakaan digital. Menurut Hendrowicaksono, setelah sekian lama implementasi perpustakaan digital di Indonesia, ada beberapa kesalahkaprahan yang terjadi yang menarik untuk didiskusikan, yaitu:

  1. Ternyata masih banyak orang yang belum bisa membedakan dan masih mencampur-adukkan antara konsep perpustakaan digital dengan otomasi perpustakaan (library automation). Sebenarnya apa perbedaan mendasar sistem otomasi perpustakaan dengan perpustakaan digital? Sistem otomasi perpustakaan adalah implementasi teknologi informasi pada pekerjaan-pekerjaan administratif di perpustakaan agar lebih efektif dan efisien. Apa saja yang termasuk pekerjaan administratif di perpustakaan. Di antaranya pengadaan, pengolahan, sirkulasi (peminjaman, pengembalian), inventarisasi, dan penyiangan koleksi, katalog terpasang, manajemen keanggotaan, pemesanan koleksi yang sedang dipinjam, dan lain-lain. Sedangkan sistem perpustakaan digital adalah implementasi teknologi informasi agar dokumen digital bisa dikumpulkan, diklasifikasikan, dan bisa diakses secara elektronik. Secara sederhana dapat dianalogikan sebagai tempat menyimpan koleksi perpustakaan yang sudah dalam bentuk digital.
  2. Masalah aksessibilitas sistem perpustakaan digital dirancang agar koleksi perpustakaan lebih mudah diakses dan jangkauan aksesnya lebih luas. Yang terjadi di Indonsia, koleksi digital justru lebih sulit diakses daripada koleksi tercetak (printed). Bukan karena keterbatasan infrastruktur, tetapi karena kebanyakan pengelola perpustakaan digital masih takut atau bahkan tidak rela orang lain bisa membaca koleksi digitalnya.
  3. Masalah manajemen pengembangan sistem. Implementasi sistem perpustakaan digital merupakan hal yang kompleks dan rumit. Karena itu perlu pembicaraan yang matang, mulai dari white papers, spesifikasi fungsional sistem, model bisnis, manajemen teknologi, isu legal, manajemen sumber daya manusia, prosedur, dan lain-lain.

Masih menurut Hendrowicaksono, sayangnya banyak implementasi perpustakaan digital di Indonesia tidak memperhatikan hal-hal ini. Sehingga sering implementasi akhirnya mandek karena adanya hal-hal yang belum bisa diselesaikan di fase awal implementasi. Sering pula implementasi perpustakaan digital dilakukan tanpa mendapatkan dukungan penuh dari institusi induknya. Implementasi perpustakaan digital bukan merupakan hal mudah, terlebih lagi ia melibatkan banyak pihak. Supaya berhasil, harus mendapatkan dukungan penuh dari pihak-pihak yang terkait, dan yang tidak kalah penting adalah model bisnisnya harus jelas serta terdokumentasi. Terkait dengan beberapa kesalahkaprahan di atas, ada beberapa isu yang patut diperhatikan terkait dengan implementasi sistem perpustakaan digital, yaitu:

  1. Para pengelola sistem perpustakaan digital hendaknya mengetahui esensi perpustakaan digital, yaitu agar koleksi perpustakaan lebih mudah diakses dan jangkauan aksesnya lebih luas. Karena itu adalah salah besar kalau perpustakaan digital jadi lebih sulit diakses oleh pemakai perpustakaan, dengan alasan apapun.
  2. Isu legal. Para pengelola sistem perpustakaan digital hendaknya memahami secara jelas masalah legal terkait dengan konten digital yang dimasukkan ke dalam sistem perpustakaan digital. Selain kompleks, isu ini juga selalu merupakan isu utama dalam implementasi perpustakaan digital di Indonesia. Permasalahan utama implementasi perpustakaan digital di Indonesia bukanlah pada isu teknologi, tetapi pada sisi non-teknologi. Sulitnya, seringkali para pengelola perpustakaan terlalu banyak berdiskusi berkutat hanya pada isu legal dan melupakan isu penting lainnya. Seolah-olah legal merupakan isu yang paling utama. Ketika masalah legal tidak kunjung selesai, akhirnya dibiarkan menggantung, sehingga terkesan tidak serius. Hendaknya sistem perpustakaan digital yang dibuat nantinya, sudah punya dasar hukum yang jelas, sehingga nanti sistem tersebut tidak mandek lagi menunggu kepastian hukum mengenai dokumen digital yang disertakan. Akan lebih baik bila institusi lain yang berhasil menerapkan sistem perpustakaan digital, mau berbagi pengetahuan mengenai best practice yang telah dilakukan. Masalah krusial implementasi sistem perpustakaan digital tidak hanya pada masalah legal, tetapi juga pada masalah sosial seperti bagaimana sistem perpustakaan digital mampu meningkatkan antusiasme pemakai perpustakaan untuk terus produktif belajar, menghasilkan pengetahuan baru, dan mau berbagi pengetahuan.
  3. Terkait dengan isu pertama, tujuan utama perpustakaan digital bukan sebagai sarana preservasi koleksi. Koleksi digital justru lebih rentan kehilangan data dan terjadinya inkompatibilitas. Untuk mengatasi masalah ini, isu-isu berikut ini harus diperhatikan.
  4. Isu teknologi. Terkait dengan isu ketiga, maka masalah teknologi perlu mendapat perhatian serius. Media tempat menyimpan informasi digital selalu mengalami degradasi dan bisa rusak tanpa pemberitahuan sama sekali. Perangkat keras dan lunak sering kali ketinggalan zaman tanpa kita sadari. Karena itu perlu diperhatikan manajemen daur hidup (lifecycle management) koleksi digital yang disimpan.
  5. Isu manajemen konten digital. Semakin besar volume dan kompleksitas dokumen digital, maka akan mulai timbul masalah, di antaranya pemeliharaan koleksi, temu kembali informasi (information retrieval), dan klasifikasi. Solusi yang bisa dilakukan antara lain pembuatan prosedur standar untuk pemeliharaan koleksi, pemeliharaan sistem temu kembali informasi dan pembuatan thesaurus.

BIODATA

foto

Nama                                   : Dones Dewintasari

NIM                                      : D1815045

Prodi                                    : D3 Perpustakaan A

Tempat, Tanggal Lahir  : Rembang, 23 April 1997

Alamat                                : RSS Mondoteko RT 04 RW 02 Kec. Rembang Kab. Rembang

Gol. Darah                         : A

TOPOLOGI JARINGAN

Topologi Jaringan adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer yang lain sehingga membentuk jaringan.

Cara yang saat ini banyak digunakan adalah Topologi Bus, Topologi Ring, dan Topologi Star. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

TOPOLOGI BUS 

Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabe pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan.

Topologi Bus

Topologi Bus

Keuntungan Topologi Bus :

  • Hemat Kabel
  • Layout kabel sederhana
  • Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain

Kerugian Topologi Bus :

  • Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
  • Kepadatan lalu lintas pada jalur utama
  • Bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan
  • Diperlukan repeater untuk jarak jauh

TOPOLOGI RING

Dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat-alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.

Topologi Ring

Topologi Ring

Keunggulan dari topologi ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.

Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalan jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node makan seluruh jaringan akan terganggu.

TOPOLOGI STAR

Pada topologi star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau HUB. Keunggulan dari topologi ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan untuk kinerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel mak gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.

Topologi Star

Topologi Star

Keuntungan Topologi Star :

  • Paling fleksibel
  • Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
  • Kontrol terpusat
  • Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan

Kerugian Topologi Star :

  • Boros kabel
  • Perlu penanganan khusus
  • Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis

SISTEM JARINGAN

Jaringan komputer adalah hubungan antara komputer yang berjumlah 2 atau lebih.

Host adalah komputer yang dihubungkan denagn jaringan / komputer online.

Fungsi / Manfaat / Keuntungan :

  • Berbagi Data
  • Berbagi Aplikasi
  • Berbagi printer, cd rom
  • Berbagi koneksi internet
  • Permainan game
  • Produktifitas kinerja,dll

Komputer Workstation adalah komputer yang tidak dihubungkan dengan jaringan.

Kerugian :

  • Keamanan data lebih terbuka
  • Virus lebih mudah menyebar
  • Biaya instalasi jaringan
  • Kerapian ruangan

Macam Jaringan :

  • LAN
  • MAN
  • WAN

Untuk menghubungkan jaringan :

  • Kabel (Wired Network) dengan kecepatan 10/100/200/1000 MB
  • Gelombang (Wireless Network)  dengan kecepatan 11/54/300 MB

Manfaat untuk dunia bisnis:

  • Skala Kecil : warnet, rental, game online
  • Skala Besar : bank, pendidikan, rumah sakit, pemerintahan, tv, radio, militer, transportasi, dll

 

 

Categories
Links: